LONDON - Hacker China kembali beraksi. Setelah beberapa waktu silam membobol jaringan komputer Pentagon, kini giliran jaringan komputer pabrikan mesin pesawat Inggris Rolls Royce yang dibobol.
Meski mampu masuk ke sistem jaringan komputer, namun hacker itu belum mampu menembus ke sumber data yang sensitif. Hacker itu pun harus keluar dari jaringan komputer Rolls Royce dengan tangan hampa.
Selain Rolls Royce, perusahaan lainnya yang juga disusupi hacker adalah Royal Dutch Shell. Perusahaan itu berhasil menangkap ulah mata-mata dari China itu melalui jaringan pengaman komputernya di Houston, Amerika Serikat, belum lama ini.
Sumber keamanan seperti dikutip AFP, Senin (3/12/2007), menyatakan bahwa para hacker itu berusaha untuk mendapatkan informasi penting dari Rolls Royce. “Tapi mereka gagal untuk mendapatkan data yang diinginkan. Akan tetapi hal ini merupakan serangan yang besar dan mengkhawatirkan. Mereka memang tidak bisa mendapatkan data yang penting sebelum akhirnya meninggalkan,” ujarnya.
Pihak keamanan domestik Inggris, sesaat setelah ada kabar serangan hacker itu, segera memberikan peringatan kepada para pelaku bisnis di Inggris agar berhati-hati atas kemungkian munculnya mata-mata melalui para hacker.
(mbs)